Khalifahlife.com - Assalamu'alaikum Bunda Fifi,
Saya saat ini memiliki anak lelaki baru berumur 1,5 tahun dan saat ini saya tinggal bersama mertua. Saya dan suami bekerja, sehingga anak kami diasuh oleh mertua. Saya agak kesal karena Bapak mertua seringkali merokok di depan anak saya, saya sudah berulang kali meminta agar tidak merokok di depan anak, pada saat itu bilangnya iya, tetapi kemudia entah lupa atau apa masih sering merokok depan anak. Mertua saya ini keduanya sama-sama ketika saya meminta satu hal, harus diulang-ulang, tetapi kadang permintaan saya pun tidak dilakukan. Mohon sarannya bunda.
Sholihah
Jawab
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bu Solihah, mengenai ibu yang tinggal dengan mertua dan anak diasuh mertua saat ibu bekerja, sebenarnya tinggal
dengan siapapun resikonya akan sama. Sangat sulit
untuk merubah perangai ibu mertua atau ayah mertua, karena itu sudah merupakan
karakter dasar, jadi bila sudah diberitahu lalu diulang kembali, maka nampaknya
akan seperti itu terus, terlebih jika sudah tua ada yang mengatakan sifatnya akan kembali ke anak-anak. Sehingga kita harus extra sabar dan mengerti dengan karakternya. Kebiasaan merokok bapak mertua tidak bisa
dihilangkan begitu saja karena sudah punya cucu, memang baiknya sih pindah
rumah ya bu, namun anak ibu sama siapa, apa ibu bisa jamin bila dengan pembantu
rumah tangga, tidak ada pengaruh buruk, bisa saja pembantu rumah bawa teman
lelaki kedalam rumah, atau nonton film india dan nyetel lagu dangdut keras-keras, belum lagi bila pembantu tidak datang atau sakit atau pulang kampung,
maka ibu harus pusing lagi memikirkan penjaganya dirumah.
Saran saya sementara
ini, bujuk suami untuk mau, dan tidak malas mendiskusikan dengan ibu dan bapak
mertua, demi kebaikan anaknya, itu kan anak berdua, bukan anak ibu saja, dan
ibu juga sedikit lebih tegas dalam mengingatkan
bapak dan ibu mertua. Kemudian ibu belikan cd-cd yang bagus yang berisi kisah-kisah
anak islam, dan minta ibu mertua bantu pasangkan ketika ibu bekerja.
Ada ide lain begini
bu, memang akan melelahkan ibu dan mungkin sedikit unik, jadi anak diajak lelah sekali, sehingga ketika
ibu berangkat kerja, anak ibu tertidur sampai empat jam. Sehingga baru bangun jam 12 kemudian makan, dan dipasangkan cd yang bagus-bagus, jadi waktu dia
berinteraksi dengan mertua hanya sebentar. Ketika Ibu pulang ajak bermain lagi,
sehingga waktu dia akan banyak juga sama ibu, dan waktu yang dengan mertua
dihabiskan dengan tidur dan nonton cd sampai dia sekolah. Inipun mungkin dapat dilakukan jika anak tidak bosan.
Nanti kalau sekolahnya di SD, baiknya cari SDIT bu, yang
sekolahnya full sampai sore, bahkan pulang sore, usahakan anaknya ikut TPA
dekat masjid sehingga waktu interaksi dengan mertua tidak banyak. Tetapi mertua
tetap dikasih tahu ya bu, terutama bapak yang merokok depan anak, kan bisa merokoknya
diluar rumah atau diteras, cucu.
Bagaimanapun mertua juga adalah orang tua ibu juga, dan kita tetap diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang tua seperti dalam surat Al Ahqaaf, 46 : 15
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
Bagaimanapun mertua juga adalah orang tua ibu juga, dan kita tetap diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang tua seperti dalam surat Al Ahqaaf, 46 : 15
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
Wassalam
Rubrik ini diasuh oleh : Fifi P. Jubilea (Founder & Conceptor Jakarta Islamic School)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !