Mengapa ya suami saya lebih percaya pada orang lain daripada
dengan istrinya sendiri. Ketika saya bercerita mengenai kabar-kabar di
lingkungan komplek kami, beliau selalu cuek dengan apa yang saya katakan,
berbeda jika orang lain yang mengatakannya dia selalu antusias dan menanggapi
cerita itu, padahal yang saya katakan sama. Saya ingin bercerita dan mengobrol
dengan suami tentang berbagai hal termasuk bertukar kabar tentang keadaan di
rumah dan lingkungan dan ia pun dapat bercerita tentang pekerjaannya. Tetapi
suami selalu menanggapi cerita saya dengan dingin dan bahkan tidak mempercayai
saya. Bagaimana ya Bunda sebaiknya.
Terima Kasih
Rita - Karawang
Jawab :
Assalamu’alaikum Bu Rita,
Semoga ibu dalam keadaan keimanan yang sangat baik dan selalu dilindungi
Allah…aamiin
Mengapa suami kita lebih peraya kepada orang lain, dalam hal ini,
bila ada yang bicara begini begitu, beliau percaya tapi kalau ibu yang bicara beliau
tidak percaya. Saran saya begini bu, jangan terlalu banyak bicara, karena bila
yang kita bicarakan, atau beritakan itu tidak benar atau kebetulan malah itu sudah
berlalu akan terlihat ibu hanya mengarang-ngarang cerita saja, dan itu membuat
suami berfikir ibu tidak dapat dipercaya.
Baiknya, ibu bicara atau berkata pada suami yang sangat penting sekali
yang betul-betul bisa dipercaya kesahihannya, misal: anak sitetangga x kena narkoba,
kalau itu hanya gossip sebaiknya jangan dibicarakan pada suami. Ibu bicara dengan
suami hal-hal yang menyenangkan saja dan yang ril seperti, anak-anak ulangan dapat
bagus, ibu mertua kirim salam dan kirim makanan, dan bicara hal-hal lain, yang
diluar itu bila tidak penting tidak usah dibicarakan. Ibu bisa ceritakan hal-hal
yang terbukti kesahihannya saja bu, sehingga suami akan respek dan percaya pada
ibu.
Rubrik ini diasuh oleh Fifi P. Jubilea (Founder & Conceptor Jakarta Islamic School)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !