Khalifahlife.com - Pemerintah Australia memperkirakan 150 warga Australia telah terbang
ke luar negeri untuk membantu kelompok-kelompok militan di Irak dan
Suriah.
Bulan lalu, pihak berwenang di Canberra mengatakan telah
mengeluarkan perintah penangkapan terhadap dua pejuang Australia yang
bergabung dalam kelompok jihad di Suriah setelah salah seorang
diantaranya mempublikasikan foto yang memperlihatkan dirinya.
Khaled
Sharrouf, yang sebelumnya pernah ditahan dalam kasus peledakan
satu-satunya reaktor nuklir Australia di Sidney, telah memasang sebuah
foto yang diduga dari Suriah, yang memperlihatkan putranya berjuang di
sana.
Foto itu diunggah bersamaan dengan kebijakan baru Canberra
yang sedang mempertimbangkan undang-undang baru untuk memudahkan polisi
menangkap dan mengadili ‘terduga teroris’ dan mengharuskan warga
Australia memberi keterangan atas perjalanan mereka ke daerah-daerah
konflik di luar negeri.
Tetapi, Profesor Ibrahim Abu Mohamed yang
mengepalai Dewan Imam Australia dan mewakili sebagian besar warga
Muslim Australia yang berjumlah setengah juta orang, yakin komunitasnya
bisa membantu menderadikalisasi kaum muda Muslim negeri kangguru itu.
“Orang-orang
ini harus dididik ulang. Kami sedang mengupayakan hal ini, Kami
memiliki metode-metode untuk memperbaiki gagasan pemikiran mereka. Kami
mencoba memulihkan mereka. Para pendidik kami adalah anak-anak muda yang
warga asli, lahir di sini dan memiliki kemahiran di bidang ini,” ujar
Ibrahim.
Australia dan Amerika akan menyampaikan keprihatinan
mereka atas berkembangnya kelompok jihadis dari dalam negeri mereka
dalam sidang PBB bulan depan, supaya memperoleh tanggapan global.
Australia juga membantah bahwa undang-undang anti-teror yang diusulkan
akan mendiskriminasi komunitas Muslim.[wn/kiblatnet/reuters]

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !