Assalamu’alaikum,
Ustadz, saya
mendapati beberapa dari kawan-kawan saya yang berpuasa tetapi mereka tidak
menunaikan shalat lima
waktu dan anehnya, sesekali saya dapati
mereka menjalankan shalat tarawih
berjamaah di masjid. Pertanyaan saya, bagaimana hukum orang yang berpuasa
tetapi tidak shalat?
Terimakasih.
Dani – Depok
Jawab:
Jika dia sudah
mukallaf (terbebani hukum) sesungguhnya tertolaklah puasa mereka dan tidak
mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus. Alasannya, shalat
adalah salah satu rukun Islam dan tiang agama yang menjadi barometer ibadah dan
amal seseorang. Jika baik shalatnya, dianggap baiklah semua amalannya dan jika rusak,
dianggap rusaklah semua amalannya. Jangan jadikan orang seperti itu sebagai
teman baik apalagi sebagai teman kepercayaan.
“Dan jika mereka
bertaubat, melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu)
adalah saudara-saudaramu seagama…..”(At-taubah: 11)
Kepada teman
yang telah meninggalkan sholat lima
waktu tersebut wajib diingatkan untuk bertaubat dan beramal sholeh agar dia dan
umat ini terbebas dari orang-orang yang berkualitas buruk.
“Kemudian
datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan sholat dan mengikuti
keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat, kecuali orang yang bertaubat, beriman
dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk sorga dan tidak dizalimi (dirugikan)
sedikitpun.”(Maryam: 59-60)
Sampaikan kepada
mereka yang berpuasa namun meninggalkan sholat bahwa mereka terancam dikategorikan kafir meski sudah berpuasa.
Perhatikan hadits dari Jabir ra berikut ini. Nabi sholallahu’alaihi wa sallam bersabda,”Sesungguhnya batas pemisah antara
seorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan
sholat.”(HR.Muslim,dalam kitab: Al-Iman)
Betapa
pentingnya nilai dan kualitas sholat dalam menentukan persahabatan dan
permusuhan rakyat dengan pemimpinnya, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim. Dari Auf bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, Pemimpin kamu yang terbaik ialah mereka yang kamu sukai dan
mereka pun menyukai kamu serta mereka mendoakanmu dan kamu pun mendoakan
mereka. Sedangkan pemimpin kamu yang paling jahat adalah mereka yang kamu benci
dan mereka pun membencimu serta kamu melaknati mereka dan mereka pun
melaknatimu.”Beliau ditanya, ”Ya Rasulullah, bolehkah kita memusuhi mereka dengan
pedang?” Beliau menjawab,”Tidak, selama mereka mendirikan sholat di lingkunganmu.”
Wallahu a’lam
bish-showab

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !