Namun, pada tahun 2000-an semakin banyak muslimah yang mulai menutup auratnya di tempat-tempat umum termasuk disekolah dan perkantoran. Dan industri busana muslimah pun mulai menggeliat dari mulai busana muslim produksi masal (grosiran) hingga busana-busana muslim dengan brand dan perancang.
Pada tahun 2010 lalu mulai diadakan Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) dan mengusung Indonesia sebagai Kiblat Fashion Muslim Dunia. Dan inilah beberapa perancang muslim yang seringkali mewarnai trend fashion busana muslim di Indonesia.
1. Dian Pelangi
Rasanya pantas jika menyebut Dian Pelangi sebagai perancang busana muslimah muda yang paling bersinar saat ini. Karya-karyanya sudah melenggang di berbagai peragaan busana di Australia, Kairo, Jordania, Malaysia, Singapura, London, dan masih banyak lagi. Perannya dalam memajukan fashion busana muslimah di dalam negeri juga sangatlah besar.
Dian tampil sebagai desainer junior pendatang baru yang karyanya kemudian ternyata sangat disukai dan banyak diperbincangkan. Ciri khas baju rancangan Dian Pelangi terletak pada motif jumputan Palembang (tye dye) yang berwarna-warni sesuai dengan label ‘Pelangi’ yang diusungnya.
2. Nanida Jenahara Nasution
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, begitulah istilah yang tepat bagi perancang busana muslimah muda pemilik label Jenahara ini. Dibesarkan oleh seorang ibu yang merupakan perancang busana senior, Ida Royani, sejak kecil Jehan memiliki akses yang cukup luas ke dunia fashion.
Kini selain sibuk sebagai ibu dan perancang busana, Jehan juga didapuk sebagai ketua perkumpulan muslimah muda Indonesia, Komunitas Hijabers.
3. Irna La Perle
Tampil anggun bagaikan ratu dalam momen istimewanya adalah impian setiap wanita, tidak terkecuali para muslimah. Irna Mutiara berusaha mewujudkan hal itu. Lewat label Irna La Perle, Ia memperkenalkan busana pengantin muslimah yang modern tetapi tetap anggun dan syar’i.
Dengan merek internasional tetapi tetap mengusung konten lokal, mutiara asal Bandung ini berharap karyanya bisa diterima dunia. Kini gaun rancangan Irna bisa didapat di kedua butiknya yang bertempat di Jalan Cisangkuy, Bandung dan juga daerah Kemang, Jakarta.
4. Iva Latifah
Iva Latifah adalah satu dari sedikit perancang busana muslimah senior di Indonesia. Menurut Iva, kini perkembangan fashion busana muslim di Indonesia sangat pesat, sangat jauh bila dibandingkan dengan era 70-an dimana perempuan berbusana muslim sangat jarang ditemui.
Busana muslim rancangan Iva sangat kental dengan nuansa Indonesia, tetapi tetap dibuat dengan potongan yang sophisticated. Selain itu baju rancangannya juga selalu dibuat dalam kuantitas terbatas sehingga menimbulkan kesan eksklusif di mata pembelinya.
5. Monika Jufry
Monika Jufry mulai terjun ke dunia fashion sekitar tahun 1998, setelah Ia menamatkan kuliah di Fakultas Ekonomi Trisakti. Jika kebanyakan sarjana ekonomi memilih meniti karier di perusahan-perusahaan besar atau di Bank, Monika Jufry banting setir dengan melanjutkan sekolah di Sekolah Mode Susan Budiharjo.
Label Monika Jufry adalah merek busana muslimah eksklusif atau made by order. Rancangannya banyak terinspirasi dari karya busana muslim modern yang mengandung unsure etnik di dalamnya. Selain sudah mengelana ke berbagai peragaan busana, hasil rancangannya juga pernah dipakai oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono pada acara Safari Ramadhan tahun 2008 silam.
Selain nama-nama perancang diatas, masih banyak perancang-perancang busana muslim lainnya baik yang mengusung nama pribadi/butik maupun perancang-perancang yang dinaungi oleh satu lembaga/brand tertentu. Kita tak dapat pungkiri ada perancang yang membidani sebuah brand seperti Rabbani, Shafira, Zoya, Ranti, Salimah, dan masih banyak lagi,
Perkembangan fashion muslim dan muslimah khususnya diharapkan seiring juga dengan meningkatnya pemahaman terhadap busana muslimah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan Al Quran. [wn/uniknya]
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !