KhalifahLife.com-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan bahwa dirinya akan menjadi Presiden Global Green Growth Institute (GGGI) usai mengakhiri jabatannya sebagai Presiden RI. SBY direncanakan mulai November 2014, akan mengemban tugas barunya sebagai Presiden GGGI , sebuah organisasi pelestarian lingkungan berkedudukan di Seoul, Republik Korea Selatan. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden SBY.
"Saya ada tugas baru...mengurus bumi," kata Presiden SBY kepada wartawan saat menunggu kedatangan delegasi Global Green Growth Institute (GGGI) di Kantor Presiden, Jakarta seperti diberitakan dalam laman Sekretariat Kabinet RI, Selasa (9/9).
Delegasi GGGI terdiri atas Yvo de Boer, Director General,Hyo-eun Jenny Kim, Director od Strategy, Policy and Communication dan Anna van Paddenburg, Perwakilan Indonesia.
GGGI merupakan organisasi yang dibentuk pada 16 Juni 2010 dan markas di Seoul itu, kini dipimpin Lars Lokke Rasmussen.
Keberadaan GGGI bertujuan untuk meningkatkan semangat pertumbuhan hijau, sebuah paradigma yang ditandai oleh keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, khususnya di negara-negara berkembang.
GGGI merupakan organisasi global pertama berbasis agenda yang diajukan oleh Korea dan diluncurkan tanpa bantuan PBB.
Mendukung program pertumbuhan hijau setiap negara berdasarkan 2 tujuan utama: menyebarluaskan pertumbuhan hijau sebagai sebuah model pertumbuhan baru, dan mendukung strategi pertumbuhan hijau negara-negara berkembang.
GGGI yang mengupayakan tujuan ganda, yakni perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.
Cara kerja GGGI adalah melalui kolaborasi dengan pemerintah. GGGI saat ini memiliki 22 anggota (negara/pemerintah) dan penandatangan perjanjian (ratifikasi).
Tugas Presiden Majelis
Didukung oleh 2 wakil Presiden untuk memimpin Majelis. Majelis merupakan organ tertinggi yang bertemu setiap 2 tahun sekali (melakukan sesi interim khusus jika diperlukan)
Memilih Anggota Dewan, menunjuk Direktur Jenderal, mempertimbangkan dan mengadopsi amandemen perjanjian pendirian GGGI
Memberi arahan atas keseluruhan kerja dan meninjau kemajuan yang dicapai
Menerima laporan dari Sekretariat mengenai hal-hal strategis, operasional dan keuangan
Memberikan bimbingan atas kerjasama kemitraan dan hubungan dengan badan-badan internasional lainnya.
Posisi Indonesia sendiri di GGGI sebagai founding member dan masih dalam proses ratifikasi keanggotaan GGGI. Selama ini Bappenas sebagai vocal point.
Kerja sama awal antara GGGI dan Indonesia yakni proses perencanaan hijau, REDD+ untuk pembangunan berkelanjutan dan Kerja sama dengan daerah untuk mengimplementasikan pembangunan hijau dengan Pilot project di Kalteng dan Kaltim.
Untungkan Indonesia
Jaringan GGGI dapat membantu pembentukan think tank pembangunan hijau di Indonesia (SBY CENTER) karena sumber daya nya yang beragam keilmuan dan latar belakang termasuk alhi-ali dari region yang jarang
ditemukan pada lembaga riset lainnya, misalnya dari timur
tengah (Abu Dhabi)
Kepemimpinan SBY kelak diharapkan dapat meningkatkan kontribusi GGGI pada Indonesia seperti pembangunan kantor perwakilan tetap sehingga semakin banyak sumber daya GGGI yang bisa dimanfaatkan.
Kesempatan bagi para peneliti dan para pakar Indonesia untuk bergabung sebagai associates dan peer reviews sehingga semakin banyak kepentingan Indonesia dapat disuarakan melalui GGGI.
SBY akan didampingi oleh antara lain Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
(Jwt/setkab)
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !