Khalifahlife.com | Umat Islam di Australia menyatakan keprihatinan mereka terkait langkah-langkah baru anti-teror di negara itu. Mereka mengkhawatirkan bahwa langkah anti teror tersebut dapat meningkatkan permusuhan dan prasangka terhadap Muslim Australia.
sekretaris Dewan Islam Victoria Ghaith Krayem mengatakan meningkatnya tingkat ancaman negara kepada Muslim dari sedang sampai tinggi hanya akan membuat warga Australia semakin curiga terhadap umat Islam.
Ghaith Krayem juga mengatakan kepada SBS bahwa rencana baru untuk meningkatkan keamanan bandara dengan langkah-langkah yang diumumkan oleh pemerintah federal terkait orang yang dicurigai bepergian ke atau dari daerah konflik hanya akan meningkatkan perlakuan tidak adil kepada Muslim Australia.
"Dalam dua minggu terakhir sudah ada lebih selusin kasus orang yang menuju ke Timur Tengah kemudian diturunkan dari pesawat karena alasan yang tidak jelas. Mereka kemudian dilaporkan di media sebagai tersangka teroris, padahal kenyataannya tidak ada dasar sama sekali tuduhan terhadap mereka tersebut. Mereka ditahan selama empat atau lima jam dan kemudian mereka harus memakai penerbangan lain untuk melanjutkan perjalanan mereka. Sangat menggelikan hal seperti ini harus terjadi," jelasnya.
Di bawah RUU baru, warga Australia yang diduga bepergian untuk bergabung dengan kelompok jihadis, paspor mereka akan dicabut dan mereka akan ditangkap jika kembali ke Australia. Langkah ini dilakukan setelah Perdana Menteri Australia Tony Abbott memperingatkan bahwa puluhan warga Australia ikut berjihad di Suriah dan Irak.[af/worldbulletin]
Home »
Berita Internasional
,
HeadLines
» Muslim Australia Semakin Khawatir dengan UU Anti Teror Baru

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !