Khalifahlife.com | Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama mengecam aksi kekerasan atas nama agama dan berusaha membersihkan kesalahpahaman tentang Jihad yang telah disalahartikan oleh kelompok 'ekstremis'.
"Membunuh atas nama iman tidak dapat diterima," kata peraih Nobel perdamaian itu pada pertemuan para pemimpin agama India yang mewakili sebanyak sembilan agama yang berbeda, termasuk Islam, lapor AFP.
"Jihad atau perang suci harus menjadi pertarungan untuk memerangi emosi destruktif batin kita," kata pemimpin spiritual Buddha berusia 79 tahun tersebut.
"Jihad tidak berarti merugikan orang lain," tegasnya.
Dalai Lama mengacu pernyataannya itu pada aksi kekejaman yang konon dilakukan oleh kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
Pendapat Dalai Lama itu mencerminkan kemarahan yang berkembang dengan kelompok ISIS, terutama setelah pembunuhan tiga sandera Inggris dan Amerika.
"Jika kita tetap acuh tak acuh terhadap apa yang terjadi di sekitar kita, berarti kita telah berbuat salah," ujar Dalai Lama.
"Orang-orang yang memiliki spiritual seharusnya dapat menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bisa menjadi keluarga yang bahagia (meskipun) dengan agama yang berbeda."
Seorang tokoh Muslim senior, Uskup Agung Katolik Roma dari Bombay dan kepala komunitas Yahudi di Delhi termasuk di antara mereka yang menghadiri konferensi yang berlangsung selama dua hari itu.
Pertemuan antar tokoh agama awalnya dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Namun dipersingkat untuk mengakomodasi permintaan dari pemerintah India karena kunjungan Presiden China Xi Jinping ke negara itu.[af/onislam]

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !