Keren Honor Temus Haji Mahasiswa Rp 825.000 per hari - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , , » Keren Honor Temus Haji Mahasiswa Rp 825.000 per hari

Keren Honor Temus Haji Mahasiswa Rp 825.000 per hari

Tuesday, September 9, 2014 | 8:14 AM


KhalifahLife.com- Kantor Teknis Urusan Haji mengumumkan bahwa pihaknya juga merekrut 533 orang Tenaga Musiman (Temus) yang berasal dari Mahasiswa. Mereka terdiri dari 408 orang warga
Saudi yang sudah tinggal lama di Arab Saudi (mukimin) dan
125 orang Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Mesir,
Sudan, Maroko, Yordania, Libya, Suriah, Libanon, Yaman, dan
Tunisia.

Dikabarkan oleh Media Center Haji (MCH) bahwa Temus ini akan mendapatkan honor sebesar Rp. 825.000,- per hari dan dipotong pajak penghasilan sebesar 15% dengan masa kontrak untuk yang di Daerah Kerja Makkah selama 60 hari, sedangkan mereka yang di Daker Jeddah dan Madinah selama 70 hari.

Jika dihitung selama masa kontrak Temus akan mendapatkan honor yang sangat besar kalau untuk ukuran Rupiah Indonesia yaitu Rp. 42.075.000 (60 hari) dan Rp 49.087.500,-.(70 hari).

Berdasarkan Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Nomor : D/210 Tahun 2014 disebutkan bahwa salah satu unsur Panitia Penyelenggara Ibadah Haji tenaga musiman, yaitu petugas yang direkrut dari mahasiswa Indonesia yang belajar di Arab Saudi dan negara sekitarnya serta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab
Saudi.

Ketua PPIH Arab Saudi Akhmad Jauhari saat ditemui MCH Kementerian Agama RI di Kantornya mengatakan agar temus mahasiswa segera sampai di Jeddah dan dapat segera bergabung bersama mereka yang sudah datang.

"Kantor TUH sudah menyampaikan usulan calling visa yang ditujukan ke
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, yang sebelumnya sudah meminta persetujuan dari Kementerian Haji Arab Saudi,"aku seperti diberitakan Kemenag.

Ia menjelaskan bahwa Calling visa adalah proses memanggil seseorang oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di mana tempat para mahasiswa yang telah lolos seleksi sebagai Temus tinggal untuk belajar.

“Tanpa calling visa, visa haji tidak dapat diberikan. Ini proses yang sudah dilakukan bertahun-tahun,” kata Akhmad Jauhari.

Namun untuk tahun ini, sampai bulan Syawal, Kantor TUH belum mendapat pemberitahuan dari KBRI terkait calling visa temus mahasiswa.

“Pemberitahuan baru diperoleh seminggu sebelum operasional haji pada 1 September 2014 dilaksanakan,” imbuh Jauhari.

KBRI sudah mengirim kawat ke Kedutaan Besar Arab Saudi di mana :-mahasiswa berada. Namun Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di sembilan negara itu menerapkan kebijakan berbeda- beda.

"Contohnya Mesir, sekarang menerapkan sistem elektronik visa, sehingga mahasiswa Indonesia di negara itu terkendala masuk ke Arab karena proses pengurusan visa memakan waktu lama. Hal ini pun berlaku untuk mahasiswa Indonesia di Sudan,"terangnya lagi.

Hari Sabtu (6/9) telah datang lima mahasiswa Indonesia yang belajar di Yordania sudah sampai di Jeddah, disusul pada Minggu (7/9) enam mahasiswa lagi datang dari Maroko. Mereka adalah para mahasiswa Indonesia yang rata-rata telah lulus S1 bahkan ada yang sedang S2 dan S3 dengan usia 22-29 tahun. (Jwt)
/Sumber Foto : Kemenag)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger