Anak Ini Tanggung Jawab Siapa - Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , » Anak Ini Tanggung Jawab Siapa

Anak Ini Tanggung Jawab Siapa

Saturday, August 30, 2014 | 10:13 PM

Khalifahlife.com - Ini semua terjadi karena ayah ibunya sangat sibuk, bahkan saking sibuknya sampai-sampai untuk urusan raport saja diambilkan oleh pembantunya. Sang ibu juga selalu pulang malam dan kembali ketika anaknya sudah tidur. Yaa wajar saja kalau anaknya bandel dan susah diatur, mungkin dia itu cari perhatian. Yaa habis bagaimana lagi, ibunya juga tidak peduli sama anaknya. Snack yang dibawa ke sekolahnya saja terkadang sudah expired.

“Betul-betul tidak ada perhatian dari kedua orangtuanya,” seorang guru mengeluhkan kepada sesama temannya mengenai tingkah polah seorang anak usia 9 tahun yang kerap membuang apapun yang bukan miliknya keluar kelas, sehingga teman-temannya sangat marah dan beramai-ramai ingin memukul sang anak.

Peristiwa ini pun akhirnya menjadi perhatian besar seluruh sekolah. Rumitnya lagi ketika sudah menjadi perhatian besar seluruh sekolah maka akhirnya dipanggilkan psikolog untuk meneliti dan mempelajari apa masalah yang menyebabkan sang anak menjadi begitu hiperaktif luar biasa. Solusi yang timbul pun cukup dipahami oleh orangtua anak yang bersangkutan yaitu mesti memberi perhatian lebih kepada anak serta diajak untuk berkomunikasi dan berkasih sayang.

Namun, solusi dan ketenangan itu hanya berjalan seminggu saja. Pada minggu berikutnya sang anak perempuan yang cukup manis ini membuang sepatu sang ibu guru ke selokan depan sekolah, bahkan membanting-banting pintu kelas dan menumpahkan seluruh isi tempat sampah. Hal ini tentunya merupakan kerjaan tambahan bagi sang ibu guru yang semestinya mengajarkan pelajaran sekolah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, namun waktunya dihabiskan untuk mengurus anak yang satu ini. Selain itu juga kasihan kawan-kawan yang lain bila ibu guru hanya memperhatikan satu anak saja, sementara anak-anak yang lain pun membutuhkan perhatian dan pendidikan yang sama dan hal seperti ini kurang menjadi perhatian bagi orangtua.

Bagi mereka sudah cukup memasukkan anak ke sekolah, sudah cukup memasukan anak ke sekolah yang berlangsung dari pagi sampai petang sehingga masalah-masalah seakan selesai setelah memasukan anaknya ke sekolah. Mereka tidak disibukkan dengan ulah polah dan tingkah sang anak yang menyusahkan dan melelahkan karena semuanya sudah dibebankan pada sang ibu guru di sekolah dari sejak mengajarkan Matematika, Bahasa Indonesia, membaca, menulis halus, mengeja bahkan makan dengan tangan kanan dan sholat serta kalimat apa yang dibaca setelah menguap pun semua diajarkan oleh sang ibu guru. Subhanallah, ini betul-betul guru ekstra.

Sebaiknya memang walaupun para orangtua sudah menyerahkan anak-anaknya ke sekolah untuk di didik, namun juga turut membantu perkembangan pendidikan anaknya di rumah, sehingga selaras dengan apa yang diajarkan di sekolah. Misalkan sang guru mengajarkan pelajaran akademik dan moral, maka orangtua juga membantu menguatkan pelajaran akademik dengan melihat pekerjaan rumah anak-anak, juga moral dan akhlak apa yang dibangun di sekolah. Apa yang mereka dapatkan di sekolah seharusnya diajarkan lagi di rumah, diingatkan kembali dan bahkan bila perlu ditambahkan sehingga sang guru merasa senang mendidik anaknya. Guru juga tidak merasa sendirian, ada kawan lain yang bantu menyokong, ada yang support, bersama-sama menanam dan berharap hasil kelak, dengan senyum di bibir melihat sang anak kelak mungkin menjadi salah satu presiden di Indonesia, mengapa tidak?!

Penulis : Fifi P. Jubilea (Founder & Conceptor Jakarta Islamic School)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
KANAL : REDAKSI | IKLAN | HUBUNGI KAMI
Copyright © 2011. Situs Portal Berita Keluarga Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger