KhalifahLife.com-Siapa yang tak kenal Gunung satu ini. Apalagi bagi pencinta alam dan travelling. Menjadi agenda wajib untuk menaklukkan Gunung berpemandangan luar biasa ini. Gunung dengan tinggi 2329 m dari permukaan laut ini juga memiliki daya tarik dengan adanya kaldera (
lautan pasir) seluas 10 km persegi.
Meski saat ini sudah banyak transportasi yang memudahkan wisatawan berkunjung ke puncak Gunung Bromo. Kali ini kita akan gali lebih jauh tentang perjuangan para Backpacker untuk sampai ke puncak Gunung yang berada di Kabupaten Probolinggo Kota Malang Surabaya ini.
.
Trip Pertama : Air Terjun Coban Pelangi
Perjalanan dimulai pada sore hari sehingga kita bisa melihat secara langsung matahari terbit, para Backpacker akan melewati air terjun Coban Pelangi yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di kaki Gunung Semeru.
Dinamakan Coban Pelangi karena jika cuaca cerah dari hempasan air terjun yang deras akan menimbulkan warna-warni pelangi di sekitar tebing. Coban merupakan istilah bahasa setempat yang artinya air terjun. Air terjun berjarak 1 km dari gerbang utama. Medan untuk sampai kesana dengan melewati jalan setapak dikelilingi oleh kawasan hutan berbukit-bukit dan berbatu.
Disinilah kita akan merasakan segarnya tiupan angin bercampur air dingin dari hempasan air terjun yang deras. Pemandangan alam yang indah ditambah serunya berbasah-basahan memberikan efek tersendiri untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Bromo.
Trip Kedua : Petik Apel
Perjalanan-pun dilanjutkan menuju kebun-kebun Apel milik warga setempat. Tetapi serunya, kita diperbolehkan untuk memetik apel dan jika ingin membawanya cukup dengan membayar Rp 10.000/kg. Selain itu para pemilik kebun apel juga akan berbagi ilmu tentang buah apel, bagaimana memilih buah apel yang matang, membedakan, bahkan cara menanam yang baik.
Selain itu, buah apel di kaki Gunung Bromo ini juga bebas dari pupuk kimiawi, mereka menggunakan pupuk organik sehingga aman untuk langsung dikonsumsi.
Trip Ketiga : Jalan Terjal Menuju Bromo
Perjalanan yang tepat dan bisa menikmati matahari terbit secara langsung dari puncak Gunung Bromo dimulai pada jam 02.00 dini hari. Dengan perlengkapan mendaki Gunung Bromo dipasang maka perjalanan-pun dimulai.
Menuju Bromo, jalan terjal akan kita lewati dengan jurang di kanan kiri. Kira-kira kemiringan jalan mencapai 45 derajat. Menggunakan mobil Jip berpenumpang 10-13 orang ini kita akan melewati jalan terjal tersebut. Lama perjalanan dua jam untuk sampai ke Penanjakan 2 atau disebut dengan Petigen. Dari Petigen ini kita bisa menikmati sunrise dan bisa mengabadikannya dalam jepretan kamera.
Perjalanan menuju Puncak Bromo bisa dilanjutkan lagi dengan jip atau ojek kuda.
Trip Keempat : Padang Sabana Menuju Gerbang Puncak Bromo
Dari Petigen kita melanjutkan perjalanan menuju gerbang puncak gunung bromo. Untuk sampai disana bisa menggunakan jip atau ojek kuda. Di sepanjang jalan menuju tujuan akhir kita akan disuguhi padang sabana dan hamparan pasir berbisik.
Uniknya, padang sabana ini sekarang dikenal dengan sebutan bukit "Teletubies" karena latar belakang padang sabana nan hijau menyerupai film anak-anak "Teletubies".
Kemudian disebut dengan pasir berbisik karena setiap kali angin kencang menyapu pasir, suaranya seperti orang berbisik.
Trip Kelima : Puncak Bromo dan Pemandangan Maha Dahsyat
Mencapai Puncak Gunung Bromo dari gerbang puncak, harus berjalan kaki. Dibutuhkan waktu satu jam untuk menikmati keindahan pemandangan alam yang Maha Dahsyat. Subhanallah. Maha Suci Allah Azza Wa Jalla yang menciptakan dengan Sempurna.
Perjuangan terakhir sebelum menikmati indahnya ciptaan Allah kita harus melewati 250 anak tangga dan Subhanallah detik-detik terakhir anak tangga, sekilas terlihat pemandangan nan indah. Sejauh mata memandang terhampar padang sabana nan hijau, hamparan pasir, pemukiman masyarakat serta terlihat di kaki Bromo tempat peribadatan umat Hindu suku Tengger.
Subhanallah, perjuangan menuju puncak Bromo terasa terbayarkan setelah sampai di tujuan. (Jwt)
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !